IKHLASER

Rabu, 29 Februari 2012

0

Keutamaan wanita

WANITA    

    
     Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

     Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)

     Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

     Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,

“     Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

     Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

     Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman,

“     Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)

Selasa, 28 Februari 2012

0

Wanita bumi yang sholihah

Wanita bumi yang sholehah lebih cantik daripada bidadari di surga


       Bidadari itu diciptakan langsung, belum tersentuh oleh manusia dan jin. Bidadari itu sopan dan cantik, masih muda, kulitnya putih, matanya indah. Sedangkan wanita bumi yang sholehah, saat di surga akan menjadi muda lagi, bergairah, penuh cinta, lebih utama dan lebih cantik daripada bidadari karena ibadahnya pada Allah. Wajah wanita bumi yang sholehah saat di surga akan diberi cahaya oleh Allah…
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
0

jilbab wanita

   
    Kaum wanita muslimah menyadari bahwa pakaian kebesaran itu adalah bentuk nyata dari perlindungan Allah SWT terhadap wanita Islam.

    Perlindungan dari pandangan yang sia-sia yang secara sadar atau tidak dapat memberikan dampak buruk bagi wanita itu sendiri maupun bagi orang-orang disekitarnya. Dampak itu bisa secara langsung berupa fitnah dan mengundang orang untuk membicarakan tentangnya maupun dampak yang secara terus menerus berakumulasi menjadikan karakter manusia-manusia dengan degradasi moral yang kian menurun, titik kritisnya terjadi pelecehan seksual dan beragam penganiayaan yang berobjek wanita.

     Busana Muslimah bagi kaum wanita muslimah mampu meredam aura nafsu sia-sia seperti itu. Jilbab meneduhkan dan mendamaikan gejolak hati dan imajinasi manusia yang tak terbatas ruang dan waktu. Jilbab mengagungkan derajat kaum wanita itu sendiri sedemikian tinggi, sampai-sampai hanya suamilah yang berhak melihat kecantikan dan keelokan seorang wanita, sang istri tercinta.

     Allah SWT melindungi kaum wanita serapat mungkin dari celah-celah yang menyusupkan kerusakan moral bagi wanita itu sendiri dan orang-orang disekitarnya. Semua kaum wanita diciptakan indah dan cantik di mata setiap laki-laki. Tanyalah pada setiap laki-laki, jika mereka mengatakan ya, maka ia seharusnya mengerti bahwa berbusana muslimah yang lengkap jilbabnya  itu adalah pakaian paling indah untuk kaum wanita. Jika ia laki-laki yang mencintai Allah SWT sedemikian dalam, maka ia sungguh mengerti bahwa Allah SWT sangat menyayangi para kaum wanita, lebih senang menciptakan wanita, menjadikan wanita sebagai perhiasan surga dan memberikan pakaian kebesaran untuk mereka. Subhanallah…


Minggu, 27 November 2011

0

Wanita

      
      Saat Allah menciptakan wanita.Dia membuat menjadi sangat penting.Allah menciptakan bahunya,agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya.Walupun,bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepada byi yang sedangtidur.

      Allah berikan kekuatan untuk melhirkan zuriat di rahimnya.Dan sering kali pulka menerima cerca daripada anaknya sendiri.Allah berikan ketrahanan yang membuatnya tetep bertahan,pantang menyerah di saat semua orang berputus asa.

      Wanita ......Allah berikan kesabaran,untuk merawat keluarganya walau letih,sakit,lelah dan tanpa berkeluh kesah,Allah berikan wanita ,perasaan peka dan kasih nsayang untuk mencintai nsemua anaknya,dlm situasi apapun.Biarpun anak2 kerap melukai perasaan dan hatinya.

      Perasaan ini memberikan kehangatan kpd anak2nya yg ingin tidur.Sentuhan lembutnya memberikan ketenamgan.Dia berikan wanita kekuatan untuk mendampingi suaminya.Saat suaminya mengalami kegetiran hidup,ia siap menghiburnya.Saat suaminya dalam bahagia,ia siap melindunginya.Tanpa pamrih dan tanpa basa-basi.

      Dan akhirnya Allah memberikannya air mata agar dpt mencurahkan perasaannya........
Inilah yg khusus Allah berikan kpdwanita,agar dptdigunakan dimana ia inginkan.Dalam curahan kebeningan hatinya.
"Inilah air mata kehidupan"